Statistik
Rata-rata, median, peringkat, simpangan baku, korelasi, regresi, dan distribusi probabilitas, termasuk nama lama dan nama baru tiap fungsi.
151 fungsi
Fungsi
- AVEDEV AVEDEV menghitung rata-rata selisih mutlak data terhadap nilai rata-ratanya. Contoh waktu pengiriman, beda dengan STDEV, dan kesalahan yang sering terjadi.
- AVERAGE Rumus AVERAGE menghitung rata-rata angka dalam rentang dan melewati teks serta sel kosong. Contoh nilai harian, beda AVERAGE dengan SUM dibagi jumlah hari.
- AVERAGEA AVERAGEA merata-ratakan data dengan teks dihitung 0 dan TRUE dihitung 1. Contoh nilai kuis yang ada siswa absen, beda dengan AVERAGE, dan kapan memakainya.
- AVERAGEIF Rumus AVERAGEIF menghitung rata-rata angka yang memenuhi satu syarat, misalnya gaji rata-rata per divisi. Contoh wildcard dan operator, plus penyebab #DIV/0!.
- AVERAGEIFS Rumus AVERAGEIFS menghitung rata-rata angka yang memenuhi beberapa syarat sekaligus, misalnya gaji rata-rata divisi tertentu di satu kota. Contoh dan #DIV/0!.
- BETA.DIST BETA.DIST menghitung peluang dan kepadatan distribusi beta, berguna untuk proporsi seperti tingkat konversi. Contoh langkah demi langkah dan kesalahan umum.
- BETA.INV BETA.INV mencari nilai x untuk peluang kumulatif tertentu pada distribusi beta. Contoh rentang kemungkinan tingkat konversi dan beda dengan BETAINV lama.
- BETADIST BETADIST adalah fungsi lama distribusi beta kumulatif, digantikan BETA.DIST. Lihat sintaks, contoh hasil, dan cara berpindah ke versi baru tanpa mengubah angka.
- BETAINV BETAINV adalah fungsi lama kebalikan distribusi beta yang digantikan BETA.INV. Lihat sintaks, contoh hasil, dan cara berpindah ke versi baru dengan hasil sama.
- BINOM.DIST BINOM.DIST menghitung peluang jumlah keberhasilan dari sejumlah percobaan dengan peluang tetap. Contoh retur pesanan, mode TRUE dan FALSE, dan kesalahan umum.
- BINOM.DIST.RANGE BINOM.DIST.RANGE menghitung peluang binomial untuk rentang jumlah keberhasilan, hanya di Excel. Sintaks yang benar, contoh retur, dan padanan di Google Sheets.
- BINOM.INV BINOM.INV mencari nilai terkecil yang membuat peluang kumulatif binomial mencapai target. Contoh penyiapan stok retur dari 20 pesanan dan kesalahan umumnya.
- BINOMDIST BINOMDIST adalah nama lama BINOM.DIST untuk peluang binomial. Lihat sintaks, contoh hasil, dan cara mengganti ke BINOM.DIST tanpa mengubah angka laporan Anda.
- CHIDIST CHIDIST adalah nama lama CHISQ.DIST.RT, nilai p chi-kuadrat ekor kanan. Lihat sintaks, contoh hasil, dan cara berpindah ke fungsi baru tanpa mengubah angka.
- CHIINV CHIINV adalah nama lama CHISQ.INV.RT, nilai kritis chi-kuadrat ekor kanan. Lihat sintaks, contoh hasil, dan cara berpindah ke fungsi baru tanpa mengubah angka.
- CHISQ.DIST CHISQ.DIST menghitung peluang kumulatif atau kepadatan chi-kuadrat ekor kiri. Contoh dengan statistik 4,5113, beda dengan CHISQ.DIST.RT, dan kesalahan umum.
- CHISQ.DIST.RT CHISQ.DIST.RT mengubah statistik chi-kuadrat menjadi nilai p ekor kanan. Contoh dari uji kota dan metode bayar, derajat bebas, dan padanan CHIDIST lama.
- CHISQ.INV CHISQ.INV mencari nilai chi-kuadrat untuk peluang kumulatif ekor kiri tertentu. Contoh hasil, beda dengan CHISQ.INV.RT, dan mana untuk nilai kritis.
- CHISQ.INV.RT CHISQ.INV.RT memberi nilai kritis chi-kuadrat untuk tingkat signifikansi dan derajat bebas tertentu. Contoh uji 2x2, kebalikan CHISQ.DIST.RT, dan CHIINV.
- CHISQ.TEST CHISQ.TEST menghitung nilai p uji chi-kuadrat dari tabel aktual dan harapan. Contoh hubungan kota dan metode bayar, menyusun tabel harapan, dan tafsirnya.
- CHITEST CHITEST adalah nama lama CHISQ.TEST untuk uji chi-kuadrat independensi. Lihat sintaks, contoh nilai p dari tabel kota dan metode bayar, dan cara berpindah.
- CONFIDENCE CONFIDENCE adalah nama lama CONFIDENCE.NORM untuk margin kesalahan rata-rata. Lihat sintaks, contoh hasil, dan kapan memakai CONFIDENCE.T untuk sampel kecil.
- CONFIDENCE.NORM CONFIDENCE.NORM menghitung margin kesalahan rata-rata saat simpangan baku populasi diketahui. Contoh waktu kirim 50 paket, interval 95%, dan kesalahan umum.
- CONFIDENCE.T CONFIDENCE.T menghitung margin kesalahan rata-rata dengan distribusi t untuk sampel kecil. Contoh 12 pengiriman, beda dengan CONFIDENCE.NORM, kesalahan umum.
- CORREL CORREL menghitung koefisien korelasi dua rentang data, dari -1 sampai 1. Contoh biaya iklan dan penjualan harian, cara membaca hasil, dan kesalahan umum.
- COUNT Rumus COUNT menghitung sel yang berisi angka dan tanggal, mengabaikan teks dan sel kosong. Contoh data campuran dan beda dengan COUNTA, COUNTBLANK, dan COUNTIF.
- COUNTA Rumus COUNTA menghitung semua sel yang terisi, apa pun isinya: angka, teks, nol, bahkan teks kosong dari rumus. Contoh jumlah baris data dan beda dengan COUNT.
- COUNTBLANK Rumus COUNTBLANK menghitung sel kosong dalam rentang, termasuk sel berisi teks kosong dari rumus. Contoh cek kelengkapan data, dan kenapa nol tidak dihitung.
- COUNTIF Rumus COUNTIF menghitung jumlah sel yang memenuhi satu syarat, seperti daftar hadir, status pesanan, atau nilai di atas batas. Lengkap dengan wildcard.
- COUNTIFS Rumus COUNTIFS menghitung baris yang memenuhi beberapa syarat sekaligus, misalnya pesanan ATK berstatus laku. Contoh, rentang nilai, dan kesalahan umum.
- COVAR COVAR adalah nama lama COVARIANCE.P, kovarians populasi dua rentang data. Lihat sintaks, contoh hasil, dan kapan beralih ke COVARIANCE.S untuk data sampel.
- COVARIANCE.P COVARIANCE.P menghitung kovarians populasi dua rentang data. Contoh biaya iklan dan penjualan, beda dengan COVARIANCE.S, dan kesalahan umum yang sering terjadi.
- COVARIANCE.S COVARIANCE.S menghitung kovarians sampel dua rentang data dengan pembagi n-1. Contoh biaya iklan dan penjualan, beda dengan COVARIANCE.P, dan cara membacanya.
- CRITBINOM CRITBINOM adalah nama lama BINOM.INV, nilai terkecil yang membuat peluang kumulatif binomial mencapai target. Contoh hasil dan cara berpindah ke BINOM.INV.
- DEVSQ Rumus DEVSQ menghitung jumlah kuadrat selisih tiap nilai terhadap rata-ratanya. Contoh nilai ujian, hubungannya dengan VAR.S dan VAR.P, serta kesalahan umum.
- EXPONDIST EXPONDIST adalah nama lama EXPON.DIST untuk distribusi eksponensial. Contoh antrean kasir, beda lambda dan waktu, serta kapan beralih ke fungsi baru.
- F.DIST F.DIST menghitung distribusi F ekor kiri (kumulatif) atau fungsi kepadatannya. Contoh ANOVA tiga metode pelatihan, beda dengan F.DIST.RT, dan kesalahan umum.
- F.DIST.RT F.DIST.RT menghitung peluang ekor kanan distribusi F, yaitu p-value uji F dan ANOVA. Contoh tiga metode pelatihan, cara membaca hasil, dan kesalahan umum.
- F.TEST F.TEST menguji apakah dua kumpulan data punya varians sama dan mengembalikan p-value dua ekor. Contoh waktu pengiriman dua kurir, cara membaca hasil, dan error.
- FINV FINV adalah nama lama F.INV.RT untuk nilai kritis distribusi F ekor kanan. Contoh taraf 5% dan 1%, bedanya dengan F.INV, serta kapan beralih ke fungsi baru.
- FISHER FISHER mengubah koefisien korelasi r menjadi nilai z yang mendekati normal. Contoh interval kepercayaan korelasi iklan dan omzet, dan kesalahan umum.
- FISHERINV FISHERINV mengembalikan nilai z hasil transformasi Fisher ke koefisien korelasi r. Contoh batas interval kepercayaan korelasi, rumusnya, dan kesalahan umum.
- FORECAST.ETS FORECAST.ETS meramal nilai masa depan dari deret waktu dengan eksponensial smoothing AAA, termasuk pola musiman. Sintaks yang benar, contoh, dan error umum.
- FORECAST.ETS.SEASONALITY FORECAST.ETS.SEASONALITY menghitung panjang pola musiman data deret waktu di Excel. Sintaks dua argumen wajib, contoh penjualan bulanan, dan arti hasil 0.
- FREQUENCY Rumus FREQUENCY menghitung berapa banyak nilai jatuh ke tiap kelas, misalnya sebaran nilai ujian. Contoh tabel, cara memasukkan array, dan kesalahan umumnya.
- FTEST FTEST menguji apakah varians dua kelompok data berbeda nyata dan mengembalikan nilai p dua sisi. Contoh dua kurir, cara membaca hasil, dan pengganti F.TEST.
- GAMMA Rumus GAMMA menghitung fungsi gamma, perluasan faktorial ke bilangan pecahan. GAMMA(5) = 24 = 4!. Contoh hasil, kapan muncul #NUM!, dan beda dengan FACT.
- GAMMADIST GAMMADIST adalah nama lama GAMMA.DIST untuk distribusi gamma. Contoh waktu sampai 2 pesanan masuk, empat argumen yang wajib, dan alasan pindah ke GAMMA.DIST.
- GAMMALN.PRECISE GAMMALN.PRECISE menghitung logaritma natural fungsi gamma (Excel 2010+). Hasilnya sama dengan GAMMALN pada praktik harian. Contoh ln(9!) dan kapan memakainya.
- HARMEAN Rumus HARMEAN menghitung rata-rata harmonik, tepat untuk kecepatan rata-rata pada jarak sama. Contoh tiga ruas jalan dibanding AVERAGE, serta penyebab
- HYPGEOM.DIST Rumus HYPGEOM.DIST menghitung peluang hipergeometrik: sampel tanpa pengembalian dari populasi terbatas, misalnya unit cacat. Contoh dan kesalahan umum.
- HYPGEOM.DIST.RANGE HYPGEOM.DIST.RANGE tidak ada di Excel maupun Google Sheets. Hitung peluang hipergeometrik pada rentang sukses dengan selisih dua HYPGEOM.DIST kumulatif.
- LARGE Rumus LARGE mengambil nilai terbesar ke-1, ke-2, ke-3, dan seterusnya dari sebuah rentang. Contoh 3 omzet teratas, nama pemilik nilai, dan penyebab #NUM!.
- LINEST Rumus LINEST menghitung kemiringan, intersep, dan statistik regresi linear. Contoh iklan vs penjualan dengan matriks hasil 5x2 dan kesalahan umum.
- LOGEST Rumus LOGEST mencocokkan kurva eksponensial y = b x m^x dan mengembalikan m dan b. Contoh pengguna aplikasi per bulan, statistik hasil, dan kesalahan umum.
- LOGINV LOGINV mencari nilai x dari peluang kumulatif log-normal, misalnya batas belanja yang dilewati 5% pelanggan. Contoh hasil, beda dengan LOGNORM.INV, dan error.
- LOGNORM.DIST LOGNORM.DIST menghitung distribusi log-normal dari mean dan simpangan baku LN(x). Contoh waktu proses pesanan, beda TRUE dan FALSE, dan catatan Google Sheets.
- LOGNORM.INV LOGNORM.INV mencari nilai x dari peluang kumulatif log-normal, misalnya batas waktu proses yang dipenuhi 90% pesanan. Sintaks, contoh hasil, dan kesalahan umum.
- LOGNORMDIST LOGNORMDIST menghitung peluang kumulatif log-normal dengan tiga argumen, misalnya nilai belanja pelanggan. Contoh, beda dengan LOGNORM.DIST, dan kesalahan umum.
- MAXA Rumus MAXA mencari nilai terbesar dan ikut menghitung TRUE sebagai 1 serta teks dan FALSE sebagai 0. Contoh stok, beda MAXA dengan MAX, dan kesalahan umum.
- MAXIFS Rumus MAXIFS mengambil nilai terbesar dari baris yang memenuhi satu atau beberapa syarat, misalnya penjualan tertinggi per kategori. Contoh dan hasil 0.
- MINA Rumus MINA mencari nilai terkecil dan membaca teks serta FALSE sebagai 0 dan TRUE sebagai 1. Contoh stok rak bertuliskan "habis" dan beda MINA dengan MIN.
- MODE Rumus MODE mencari angka yang paling sering muncul dalam data. Contoh ukuran sepatu terlaris, kasus dua modus, penyebab #N/A, dan beda MODE.SNGL dan MODE.MULT.
- MODE.MULT Rumus MODE.MULT mengembalikan semua nilai yang paling sering muncul sebagai larik. Contoh porsi terjual per hari, spill di Excel 365, dan Ctrl+Shift+Enter.
- NEGBINOM.DIST NEGBINOM.DIST menghitung peluang jumlah kegagalan sebelum sejumlah keberhasilan tercapai. Contoh penawaran ke pelanggan, TRUE vs FALSE, dan kesalahannya.
- NEGBINOMDIST NEGBINOMDIST adalah nama lama NEGBINOM.DIST dengan tiga argumen dan hasil peluang tepat. Contoh inspeksi kemasan, migrasi ke NEGBINOM.DIST, dan kesalahan.
- NORM.INV NORM.INV mencari nilai x untuk peluang kumulatif tertentu pada distribusi normal. Contoh tinggi tanaman, batas persentil, dan perbaikan #NUM! serta #VALUE!.
- NORM.S.INV NORM.S.INV mengembalikan skor z untuk peluang kumulatif tertentu. Contoh nilai kritis 1,96 dan 1,6449 untuk selang kepercayaan 95 persen, plus kesalahan #NUM!.
- NORMINV NORMINV adalah nama lama NORM.INV untuk mencari nilai dari peluang kumulatif. Contoh janji waktu pengiriman, migrasi ke NORM.INV, dan kesalahan umumnya.
- NORMSDIST NORMSDIST adalah nama lama NORM.S.DIST dengan satu argumen z dan hasil kumulatif. Contoh skor z 0,5 dan 2, plus cara pindah ke NORM.S.DIST dengan TRUE.
- PERCENTRANK Rumus PERCENTRANK memberi posisi nilai dalam data sebagai angka 0 sampai 1, sama dengan PERCENTRANK.INC. Contoh gaji staf, significance, dan cara migrasi.
- PERCENTRANK.EXC Rumus PERCENTRANK.EXC memberi posisi nilai dalam data sebagai angka antara 0 dan 1 tanpa menyentuh batasnya. Contoh hasil panen, beda dengan PERCENTRANK.INC.
- PERCENTRANK.INC Rumus PERCENTRANK.INC memberi posisi sebuah nilai dalam data sebagai angka 0 sampai 1. Contoh nilai ujian, argumen significance, dan penyebab #N/A.
- PERMUT Rumus PERMUT menghitung banyaknya susunan berurutan saat memilih sebagian objek tanpa pengulangan. Contoh susunan juara lomba, beda dengan COMBIN, dan #NUM!.
- PERMUTATIONA Rumus PERMUTATIONA menghitung banyaknya susunan berurutan yang boleh memakai objek sama berulang. Contoh kode loker dan kode huruf, beda dengan PERMUT.
- PHI PHI mengembalikan nilai kepekatan distribusi normal standar di titik x, bukan peluang kumulatif. Contoh PHI(0) dan PHI(1,96), beda dengan NORM.S.DIST.
- PROB Rumus PROB menjumlahkan peluang nilai dalam batas bawah dan atas dari tabel distribusi. Contoh pesanan harian, syarat jumlah peluang 1, dan penyebab #NUM!.
- QUARTILE.INC Rumus QUARTILE.INC menghitung kuartil 1, median, kuartil 3, minimum, dan maksimum dari data. Contoh penjualan harian, pencilan, dan beda dengan QUARTILE.EXC.
- RANK Rumus RANK memberi peringkat sebuah angka dalam daftar, dari terbesar atau terkecil. Contoh peringkat nilai siswa, nilai kembar, dan beda RANK.EQ dan RANK.AVG.
- RANK.AVG Rumus RANK.AVG memberi peringkat dan merata-ratakan peringkat untuk nilai kembar. Contoh nilai ujian bernilai sama, beda dengan RANK.EQ, dan urutan naik.
- RANK.EQ Rumus RANK.EQ memberi peringkat angka dalam daftar, nilai kembar mendapat peringkat sama. Contoh ranking sales, urutan naik, dan beda dengan RANK.AVG.
- RSQ Rumus RSQ menghitung R kuadrat, seberapa besar variasi y dijelaskan garis regresi terhadap x. Contoh biaya iklan dan penjualan, cara membaca, dan batasnya.
- SKEW.P Rumus SKEW.P menghitung kemencengan distribusi untuk seluruh populasi. Contoh waktu pengiriman dalam menit, beda dengan SKEW untuk sampel, dan cara membacanya.
- SLOPE Rumus SLOPE menghitung kemiringan garis regresi, yaitu perubahan y tiap kenaikan satu x. Contoh tinggi tanaman per minggu, urutan argumen, dan #DIV/0!.
- SMALL Rumus SMALL mengambil nilai terkecil ke-1, ke-2, ke-3, dan seterusnya dari sebuah rentang. Contoh stok minimum, nilai kembar, dan penyebab #NUM!.
- STANDARDIZE STANDARDIZE mengubah nilai menjadi skor z: berapa simpangan baku di atas atau di bawah rata-rata. Contoh membandingkan dua mata pelajaran dan kesalahan umum.
- STDEV Rumus STDEV menghitung simpangan baku sampel, ukuran seberapa tersebar data dari rata-ratanya. Contoh nilai ujian, beda STDEV dan STDEV.P, dan cara membacanya.
- STDEV.S Rumus STDEV.S menghitung simpangan baku (standar deviasi) dari sampel data. Contoh nilai ujian enam siswa, beda dengan STDEV.P, dan penyebab #DIV/0!.
- STDEVA STDEVA menghitung simpangan baku sampel dan menghitung teks sebagai 0, TRUE 1, FALSE 0. Contoh nilai dengan siswa absen dan beda hasil dengan STDEV.S.
- STDEVP STDEVP menghitung simpangan baku populasi dan setara STDEV.P. Contoh umur pakai lima lampu, beda dengan STDEV, dan migrasi ke STDEV.P di Excel modern.
- STEYX Rumus STEYX menghitung kesalahan standar prediksi y dari garis regresi, yaitu seberapa jauh data meleset. Contoh jam belajar dan nilai ujian, serta #DIV/0!.
- T.DIST.2T T.DIST.2T menghitung peluang dua ekor distribusi t dari nilai t dan derajat kebebasan. Contoh nilai p dari t hitung 2,3, aturan x tidak negatif, dan galat umum.
- T.DIST.RT T.DIST.RT menghitung peluang ekor kanan distribusi t dari nilai t dan derajat kebebasan. Contoh uji satu arah dengan t 1,8 dan hubungannya dengan T.DIST.2T.
- T.INV.2T T.INV.2T mencari nilai t kritis dua ekor dari peluang dan derajat kebebasan. Contoh selang kepercayaan 95 persen untuk berat panen 10 petak, plus galat umum.
- T.TEST T.TEST menghitung nilai p uji t untuk membandingkan rata-rata dua kelompok. Contoh waktu pengiriman dua gudang, arti tails dan type 1, 2, 3, serta galat umum.
- TTEST TTEST menghitung nilai p uji t dari dua kelompok data. Contoh uji berpasangan penjualan harian sebelum dan sesudah, koreksi arti type, dan pengganti T.TEST.
- VAR VAR menghitung varians sampel dan setara VAR.S. Contoh kepuasan pelanggan skala 1-5 dari delapan responden, beda VAR dan VARP, serta cara migrasi ke VAR.S.
- VAR.S VAR.S menghitung varians sampel dengan pembagi n-1. Contoh tinggi enam tanaman, beda dengan VAR.P, hubungan dengan simpangan baku, dan penyebab #DIV/0!.
- VARP VARP menghitung varians populasi dan setara VAR.P. Contoh berat lima karung buah dalam satu paket, beda dengan VAR, dan cara migrasi ke VAR.P di Excel modern.
- VARPA VARPA menghitung varians populasi dengan membagi n, teks dihitung 0, TRUE 1, FALSE 0. Contoh stok harian dengan hari tutup, beda dengan VAR.P dan VARA.