excel.my.id
Contoh kasus 8 menit baca

Cara Membuat Stok Barang di Excel: Masuk, Keluar, Restock

Cara membuat stok barang di Excel atau Google Sheets dengan tiga sheet: Master, Masuk-Keluar, Ringkasan. Rumus SUMIFS, dropdown produk, dan peringatan restock.

Hadie Danker Terbit Diperbarui
Daftar isi

Stok barang di Excel cukup tiga sheet. Master menyimpan daftar barang, stok awal, dan batas minimum. Masuk-Keluar mencatat tiap transaksi. Ringkasan menghitung stok akhir dengan SUMIFS dan menampilkan “Restock” saat stok sama dengan atau di bawah batas minimum. Rumusnya sama di Excel dan Google Sheets.

Kalau Excel Anda memakai pengaturan regional Indonesia, pemisah argumen rumus biasanya titik koma (;), bukan koma. Rumus di artikel ditulis dengan koma.

Contoh kasus

Toko alat tulis kecil mencatat empat barang selama Oktober 2026. Nama barang dan angka stok di bawah hanya contoh.

Sheet 1: Master

Satu baris untuk satu barang. Kode barang dibuat unik dan tidak diubah setelah dipakai.

Kolom 1A (Kode)B (Nama)C (Satuan)D (Stok awal)E (Stok minimum)
1KodeNamaSatuanStok awalStok minimum
2BK-01Buku tulis 40 lembarpak5020
3PN-01Pulpen hitampcs12050
4PS-01Pensil 2Bpcs8030
5PH-01Penghapuspcs4015

Stok minimum adalah angka yang Anda tentukan sendiri, misalnya kebutuhan penjualan untuk waktu tunggu pemasok. Tidak ada angka baku.

Sheet 2: Masuk-Keluar

Satu baris untuk satu kejadian. Kolom C hanya berisi dua kata: Masuk atau Keluar. Di artikel ini sheet tersebut diberi nama Transaksi. Nama berisi tanda hubung seperti Masuk-Keluar harus dibungkus tanda kutip tunggal di rumus, jadi satu kata lebih ringkas.

Kolom 1A (Tanggal)B (Kode)C (Jenis)D (Jumlah)E (Nama barang)
1TanggalKodeJenisJumlahNama barang
201/10/2026BK-01Masuk30Buku tulis 40 lembar
302/10/2026PN-01Keluar45Pulpen hitam
404/10/2026PS-01Keluar25Pensil 2B
506/10/2026BK-01Keluar40Buku tulis 40 lembar
608/10/2026PN-01Masuk60Pulpen hitam
712/10/2026PN-01Keluar100Pulpen hitam
815/10/2026PH-01Keluar25Penghapus
920/10/2026PS-01Keluar30Pensil 2B

Kolom E diisi otomatis agar Anda bisa memastikan kodenya benar:

=IFERROR(VLOOKUP(B2,Master!$A$2:$B$100,2,FALSE),"Kode tidak ada")

Hasil di E2: Buku tulis 40 lembar. Kalau kode salah ketik, kolom E menampilkan “Kode tidak ada” dan Anda tahu ada yang keliru sebelum stok jadi salah. Fungsi yang dipakai: VLOOKUP dan IFERROR. Pilihan lain ada di XLOOKUP vs INDEX-MATCH.

Dropdown membuat kolom B dan C selalu berisi nilai yang sah.

AplikasiLangkah
ExcelPilih B2:B500, tab Data > Data Validation > Allow List, Source =Master!$A$2:$A$100. Untuk kolom C, Source diketik Masuk,Keluar. (Microsoft)
Google SheetsPilih B2:B500, Data > Data validation > Add rule > Dropdown from a range, pilih Master!A2:A100. Untuk kolom C pilih Dropdown, isi dua item: Masuk dan Keluar. (Google)

Langkah Excel di atas dijalankan di Excel for the web pada 28 Oktober 2026, memakai buku kerja berlocale Indonesia dan antarmuka berbahasa Inggris. Source berisi tiga item yang dipisah koma diterima, dan panah dropdown muncul dengan tiga pilihan. Contoh di tangkapan layar memakai nama minuman, bukan kode barang di artikel ini.

Dialog Data Validation di Excel for the web dengan Allow diisi List dan Source berisi tiga item dipisah komaDialog Data Validation di Excel for the web (antarmuka bahasa Inggris): Allow List, Source berisi item dipisah koma.

Sel dengan panah dropdown dan tiga pilihan produk di Excel for the webHasilnya: sel dengan panah dropdown dan tiga pilihan (Excel for the web, antarmuka bahasa Inggris).

Pembahasan umum dropdown ada di membuat dropdown list. Bila Anda mengetik Masuk,Keluar di Excel pada regional Indonesia, pemisahnya bisa titik koma: Masuk;Keluar. Periksa pemisah di komputer Anda, karena itu tidak saya uji di Excel desktop.

Sheet 3: Ringkasan

Satu baris per barang. Kolom A sampai C menyalin dari Master. Kolom D sampai H berisi rumus.

Kolom 1A (Kode)B (Nama)C (Awal)D (Masuk)E (Keluar)F (Stok akhir)G (Status)H (Saran pesan)
2BK-01Buku tulis 40 lembar50304040Aman0
3PN-01Pulpen hitam1206014535Restock65
4PS-01Pensil 2B8005525Restock35
5PH-01Penghapus4002515Restock15

Rumus baris 2, disalin ke bawah:

SelRumusHasilFungsinya
A2=Master!A2BK-01Kode dari Master
B2=Master!B2Buku tulis 40 lembarNama dari Master
C2=Master!D250Stok awal
D2=SUMIFS(Transaksi!$D$2:$D$500,Transaksi!$B$2:$B$500,A2,Transaksi!$C$2:$C$500,"Masuk")30Total masuk untuk kode ini
E2=SUMIFS(Transaksi!$D$2:$D$500,Transaksi!$B$2:$B$500,A2,Transaksi!$C$2:$C$500,"Keluar")40Total keluar untuk kode ini
F2=C2+D2-E240Stok akhir
G2=IF(F2<0,"Cek data",IF(F2<=Master!E2,"Restock","Aman"))AmanStatus
H2=IF(F2<=Master!E2,Master!E2*2-F2,0)0Contoh saran: isi lagi sampai dua kali stok minimum

Cara membaca SUMIFS di D2: jumlahkan kolom D sheet Transaksi, tetapi hanya baris yang kodenya sama dengan A2 dan jenisnya “Masuk”. Untuk BK-01 hanya baris 2 yang cocok, yaitu 30. Penjelasan argumen ada di SUMIFS, dan versi satu syarat di SUMIF.

Rentang dikunci dengan $ supaya saat rumus disalin ke bawah, rentang transaksi tidak ikut bergeser.

Coba di lembar berikut. Catatan: demo menulis rentang tanpa tanda $ (misalnya C2:C9), karena itu setiap baris punya rumus yang sama persis. Di Excel dan Sheets tetap pakai $ seperti tabel di atas.

Stok akhir dan peringatan restock

Kiri: catatan masuk dan keluar. Kanan: ringkasan per barang dengan SUMIFS.

G2 =SUMIFS(C2:C9,A2:A9,D2,B2:B9,"Masuk")
Delapan transaksi stok dan ringkasan empat barang dengan stok akhir dan status restock.
ABCDEFGHIJK
1KodeJenisJumlahBarangAwalMinimumMasukKeluarStok akhirStatusSisa di atas minimum
2BK-01Masuk30BK-015020304040Aman20
3PN-01Keluar45PN-01120506014535Restock-15
4PS-01Keluar25PS-01803005525Restock-5
5BK-01Keluar40PH-01401502515Restock0
6PN-01Masuk60
7PN-01Keluar100
8PH-01Keluar25
9PS-01Keluar30

Sel biru bisa diubah: jumlah transaksi (kolom C) dan stok minimum (kolom F). Coba turunkan minimum penghapus jadi 14, statusnya berubah dari Restock ke Aman. Kolom K menunjukkan selisih stok akhir dari minimum; nilai 0 atau negatif berarti Restock.

Pelajaran

  1. =SUMIFS(C2:C9,A2:A9,D2,B2:B9,"Masuk")

    Jumlahkan kolom C hanya untuk baris yang kodenya sama dan jenisnya Masuk.

  2. =IF(I2<0,"Cek data",IF(I2<=F2,"Restock","Aman"))

    Stok sama dengan minimum sudah dihitung Restock karena memakai <=.

Cara membaca hasilnya

PN-01 (pulpen): 120 awal + 60 masuk − 145 keluar = 35. Batas minimum 50, jadi statusnya Restock. Saran pesan: 50 × 2 − 35 = 65.

PH-01 (penghapus) tepat bernilai 15, sama dengan minimumnya. Rumus memakai <= bukan <, jadi tetap muncul Restock. Anda yang menentukan: kalau batas minimum berarti “boleh sampai angka ini”, ganti ke <. Operatornya dijelaskan di operator perbandingan.

Rumus saran pesan di H hanya contoh aturan: “isi sampai dua kali minimum”. Ganti sesuai kebiasaan belanja Anda, atau hapus kolomnya.

Jumlah barang yang perlu dipesan ulang bisa dihitung dengan COUNTIF. Di contoh ini hasilnya 3:

=COUNTIF(G2:G5,"Restock")

Warna merah otomatis untuk Restock

Hanya membaca kata “Restock” mudah terlewat. Beri warna dengan Conditional Formatting.

AplikasiLangkah
ExcelPilih A2:H5, Home > Conditional Formatting > New Rule > Use a formula to determine which cells to format, isi =$G2="Restock", pilih warna isi merah muda, OK. (Microsoft, halaman untuk Mac dengan langkah yang sama)
Google SheetsPilih A2:H5, Format > Conditional formatting, Format cells if > Custom formula is, isi =$G2="Restock", pilih warna, Done. (Google)

Tanda $ di depan G mengunci kolom, jadi seluruh baris ikut berwarna. Pola yang sama dibahas di menandai data duplikat dengan Conditional Formatting.

Beda Excel dan Google Sheets

HalExcelGoogle Sheets
SUMIFS, IF, COUNTIF, VLOOKUPSamaSama
Referensi antar-sheetMaster!A2Master!A2
Letak menu dropdown dan warna kondisiData > Data Validation, Home > Conditional FormattingData > Data validation, Format > Conditional formatting
Rentang tumbuh otomatisUbah daftar jadi Table (Ctrl+T), rumus ikut meluasArtikel ini memakai rentang panjang seperti $D$2:$D$500 supaya rumusnya sama di kedua aplikasi
Dipakai bersama banyak orangPerlu berbagi berkas lewat layanan seperti OneDriveBerbagi lewat tombol Share di berkas yang sama

Jika beberapa orang mencatat stok bersamaan, Sheets biasanya lebih praktis. Untuk satu komputer kasir, Excel cukup.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Kode barang berbeda antara Master dan Transaksi. “BK-01” dan “BK-01 " (ada spasi) dianggap berbeda. Dropdown mencegahnya.
  • Jenis diketik “masuk”, “Masuk “, atau “Barang masuk”. SUMIFS tidak membedakan huruf besar kecil tetapi spasi dan kata lain membuat baris tidak cocok. Pakai dropdown.
  • Rentang SUMIFS kurang panjang. Rentang artikel ini sampai baris 500. Perpanjang bila transaksi lebih banyak.
  • Stok awal diganti tiap bulan. Ini membuat total lama hilang. Biarkan stok awal tetap dan buat sheet transaksi baru per periode, atau pindahkan sisa stok sebagai stok awal baru saat Anda mengarsipkan.
  • Stok negatif tidak terlihat. Rumus G menampilkan “Cek data” jika F kurang dari 0. Itu tanda ada barang keluar yang belum tercatat masuk, atau salah ketik jumlah.
  • Retur dan barang rusak tidak dicatat. Tambahkan jenis baru, misalnya “Retur”, lalu tambahkan satu SUMIFS dan ubah rumus stok akhir.
  • Angka diketik dengan satuan. “50 pak” adalah teks dan tidak ikut dijumlahkan. Ketik 50, satuannya di Master.

Cara angka di artikel ini diperiksa

Semua angka di tabel Ringkasan (masuk, keluar, stok akhir, status, saran pesan, dan jumlah Restock = 3) dihitung dengan skrip Node memakai hot-formula-parser. Parser itu tidak mendukung VLOOKUP, IFERROR, dan SUMIFS dengan benar, jadi untuk fungsi tersebut skripnya memakai penggantian tulisan sendiri. Saya tidak menjalankannya di Excel atau Google Sheets. Langkah menu mengutip bantuan resmi Microsoft dan Google yang ditautkan di atas.

Template stok sedang direncanakan. Daftar yang tersedia nanti ada di halaman template.

Pola penjumlahan bersyarat serupa dipakai di rencana anggaran perjalanan. Dasar-dasarnya ada di 50 rumus dasar.

Pertanyaan yang sering muncul

Bagaimana rumus stok akhir di Excel?

Stok akhir = stok awal + total barang masuk - total barang keluar. Total masuk dan keluar diambil dari sheet transaksi dengan SUMIFS yang mencocokkan kode barang dan jenis transaksi, lalu dijumlahkan di sel stok akhir.

Bagaimana membuat peringatan stok menipis otomatis?

Bandingkan stok akhir dengan stok minimum memakai IF: jika stok akhir sama dengan atau di bawah stok minimum, tampilkan teks Restock, selain itu Aman. Tambahkan Conditional Formatting agar baris yang bertuliskan Restock berwarna merah.

Mengapa memakai kode barang, bukan nama barang, di sheet transaksi?

Nama barang mudah salah ketik atau berubah, sedangkan kode barang tetap. SUMIFS hanya menjumlahkan baris yang teksnya persis sama, jadi satu salah ketik membuat transaksi tidak terhitung.

Apakah stok barang di Google Sheets sama dengan di Excel?

Rumus SUMIFS, IF, dan COUNTIF sama persis. Bedanya hanya letak menu untuk dropdown dan Conditional Formatting, serta Excel punya fitur Table (Ctrl+T) yang memperluas rumus otomatis.

Bagaimana jika data transaksi bertambah terus?

Rumus di artikel ini membaca baris 2 sampai 500 sheet Transaksi. Setelah mendekati batas itu, perpanjang rentangnya atau ubah ke Excel Table. Arsipkan transaksi bulan lama ke sheet lain dan masukkan sisa stoknya sebagai stok awal baru.

Cari di excel.my.id

Coba cari